CYBER UP YOUR SCHOOL CAMP

Yang hebat didunia ini bukanlah tempat dimana kita berada Melainkan arah yang kita tuju

CYBER UP YOUR SCHOOL CAMP

Yang hebat didunia ini bukanlah tempat dimana kita berada Melainkan arah yang kita tuju

CYBER UP YOUR SCHOOL CAMP

Yang hebat didunia ini bukanlah tempat dimana kita berada Melainkan arah yang kita tuju

CYBER UP YOUR SCHOOL CAMP

Yang hebat didunia ini bukanlah tempat dimana kita berada Melainkan arah yang kita tuju

CYBER UP YOUR SCHOOL CAMP

Yang hebat didunia ini bukanlah tempat dimana kita berada Melainkan arah yang kita tuju

16 Desember 2011

Radar Banyumas

Radar Banyumas adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Banyumas, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Kota Purwokerto. Koran ini pertama kali terbit tahun 1998. Dengan berlangganan Koran Radar Banyumas ini dijamin pasti anda tidak akan ketinggalan berita terup-to-date. Radar banyumas bisa juga di akses di :

http://www.radarbanyumas.co.id/

Semoga menjadi sumber inspirasi kita bersama orang banyumas :)

About Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo is a leading professional exhibition organizer, established since 1994. Over the years, Dyandra Promosindo has generated an impressive track record of events nationwide.

Dyandra has organized more than 200 exhibitions in Jakarta and major cities in Indonesia. With more than 1000 exhibitors every year, including foreign participants, Dyandra has proven itself to be a reliable business partner while advancing into a whole new level of exhibition culture in Indonesia

Vision : Becoming the leader in Indonesia's exhibition industry

Mission : Becoming a reliable business partner with values of professionalism to create an impressive impact in every exhibition.

Board of Directors :

Rina R. Maksum
Chairman and Chief Executive Officer
Mrs. Rina R. Maksum is CEO of Dyandra Promosindo. Born in Bandung on 3rd of May. She is an alumni of Tarumanegara University, majoring in Architectural Engineering. In 1993, She graduated from Prasetiya Mulya Business School with a master degree, concentrated in marketing. She began her career as a Director of Arthayasa Karya Bina Caraka in 1995 and a member of Commisionaire Board for the same company in 1997. She has been accountable for Dyandra's rapid growth over the years. With her impressive knowledge and experiences in exhibition industry, she is now appointed as a member of Commisionaire Board in several companies in Dyandra Group

Danny Budiharto
Chief Marketing Officer
Mr. Danny Budiharto is Chief Marketing Officer of Dyandra Promosindo. He was born in Jakarta, on 16th of September 1969 and graduated from Jayabaya University, majoring Civil Engineering in 1991. He continued his study to Prasetiya Mulya Business School where he graduated with master degree in Marketing. He began his career in Dyandra Promosindo in 1994, as a Marketing Manager. His vision and intelligence has brought him to many respectable positions, such as member of commisionaire board in several companies in Dyandra Group, President Director of PT. Archipelago Sapta Pesona and PT. Indonesia Computer Square. National Exhibition Industry also recognizes his endless effort in expanding exhibition culture in Indonesia by appointing him as General Secretary of ASPERAPI (Association of Indonesia's Exhibition Companies) for working period 2005 -2008

Soehoed Kosasih
Chief Operational Officer
Mr. Soehoed Kosasih is Chief Operational Officer of Dyandra Promosindo. He was born in Palembang, on 28th of October 1960. He began his career in Kompas Gramedia Group in 1984 where he was posted on several positions, such as researcher staff on multimedia & business, advertising division head, and vice business manager. He joined Dyandra Team in 2000 and directly landed as COO until present day. He holds a bachelor degree in Management from Indonesia Christian University. With his expertise in exhibition, he is now a faculty member of STIKOM InterStudi specializing in Exhibition Program and also a President Director of PT. Dyamall Graha Utama

Suwandi Karnata
Chief Financial Officer
Mr. Suwandi Karnata is Chief Financial Officer of Dyandra Promosindo. He is also Finance Director of Samudra Dyanpraga and Dyamall Graha Utama, two business units of Dyandra Group. After graduating from Accounting Department of Jayabaya University in 1982, he began his career in Kompas Gramedia Group, as an audit officer of Gramedia Multimedia. He was then promoted to finance manager for Ina Media Wisatamas and Grasera in 1996. Dyandra had the honor to welcome him into its teamwork in 2000 and he started as Finance General Manager. His competence has brought him to present position as CFO

Wow, Inilah Tablet Komputer Paling Ringan di Dunia

India telah meluncurkan sesuatu yang diklaim sebagai komputer tablet termurah di dunia pada hari Rabu (06/10) kemarin, yang secara khusus akan dijual kepada siswa dengan subsidi $35 dan kemudian nantinya akan dijual di pasaran dengan harga yang lebih mahal, yakni $60 (Rp. 600 ribuan). Sebanyak 1,2 miliar penduduk India adalah miskin dan produk semacam Apple iPad menjadi terlalu tinggi untuk dibeli.

\r\nUntuk itu, pemerintah telah membeli satu unit pertama dari device touchscreen yang ringan, bernama Aakash atau ?Sky? dalam bahasa Hindi, dijual dengan harga $50 dari perusahaan Inggris. Sebuah project sebanyak 100,000 unit komputer tablet Aakash tersebut akan diberikan gratis untuk anak-anak. Aakash sudah support dengan video conferencing, 2 port USB dan daya tahan baterai cukup bertahan selama 3 jam, namun sejumlah pengguna mengatakan bahwa tablet tersebut berjalan cukup lambat.

\r\nAakash ditujukan pula untuk mahasiswa guna pembelajaran digital via platform pemerintah melalui e-book dan kursus. Processor 660 mhz, sepertinya tampa bagus dari perusahaan Conexant Systems USA, namun menurut sumber BGR India, mesin tersebut tampaknya berjalan lambat. Device tersebut menggunakan display LCDE resistive dibandingkan full touchscreen dan terkoneksi via jaringan wireless, termasuk bisa untuk koneksi ponsel. Seperti Kindle Fire dari Amazon, Aakash juga menggunakan sistem operasi Google.

Google Chrome Susupi Microsoft

Browser Microsoft, Internet Explorer (IE), bisa mendominasi karena tersedia secara default pada banyak komputer di pasaran. Google Chrome akan menggoyang dengan menyusup di lahan yang sama. Google rupanya sudah bersiap-siap menawarkan Google Chrome secara default pada komputer-komputer baru. Pichai juga menjanjikan Chrome akan keluar dari versi Beta (uji coba) pada awal 2009. \r\n\r\nJika Google berhasil menyusupkan Chrome dalam lahan yang selama ini jadi mainan Microsoft, lanskap perang browser akan mengalami perubahan. Saat ini Microsoft masih mendominasi pada kisaran 70 persen lewat Internet Explorer-nya, sedangkan Firefox menguasai sekitar 20 persen.

Digerus Firefox, IE Makin Melempem

Browser Mozilla Firefox sepertinya makin berkibar. Berdasarkan data terbaru dari biro penelitian Net Applications, Firefox menapak naik dengan menguasai 20,78 persen pangsa pasar browser pada bulan November, naik dari angka 19,97 persen di bulan Oktober.

Dikutip detikINET dari Afterdawn, Selasa (2/1/2/2008), Firefox kemungkinan sukses menggaet user yang sebelumnya mengandalkan browser Internet Explorer (IE) besutan Microsoft. Pasalnya, masih menurut data Net Applications, pangsa pasar IE kini menurun di bawah 70 persen untuk kali pertama sejak tahun 1998. IE sekarang menguasai 69,8 persen pangsa pasar dari sebelumnya 71,3 persen di bulan Oktober.

Padahal di masa jayanya di tahun 2003, IE pernah begitu dominan dengan menguasai 95 persen pasaran browser. Penurunan pangsa pasar IE ini disinyalir juga terkait musim liburan di AS di mana banyak perusahaan libur. Padahal browser IE banyak dipakai oleh kalangan perusahaan.

Adapun produk browser lainnya menunjukkan tren peningkatan. Apple Safari kini punya pangsa 7,13 persen dan Google Chrome sebesar 0,83 persen dari yang sebelumnya 0,74 persen. Sementara pangsa pasar Opera mengalami penurunan dari yang sebelumnya 0,75 persen menjadi 0,71 persen saja.

Careerday Wisuda Ke V STMIK AMIKOM Purwokerto

Career Day adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh STMIK Amikom Purwokerto untuk memfasilitasi keinginan para mahasiswa untuk meniti karir profesional dan kebutuhan perusahaan untuk mendapatkan orang-orang berbakat untuk berkontribusi pada kemajuan dan keberlangsungan perusahaan. "Tujuan utamanya diadakan Career Day ini adalah untuk menjembatani wawasan mahasiswa tentang perbedaan dunia kerja dan perkuliahan. Ilmu teoritis yang didapat saat kuliah sebenarnya sangat sulit untuk dapat diaplikasikan ke dunia kerja, oleh karena itu kami ingin memfasilitasi hal itu," ujar Prayoga Pribadi, SE, M.Si yang menjadi penanggung jawab acara tersebut Career Day Period ke V ini dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2011 di Ruang Aula, Konsep yang dibawa dalam acara ini merupakan dialog dengan para calon wisudawan, dialog ini bertujuan untuk lebih memantapkan calon Wisudawan dalam menyongsong dunia kerja kerja. Dalam kesempatan itu Berlilana, SP, S.Kom selaku Ketua STMIK Amikom Purwokerto mengambil sebuah tema ?Menjadi Profesional dalam 180 hari?, Menjadi seorang professional bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk mencapainya, diperlukan usaha yang keras, karena ukuran profesionalitas seseorang akan dilihat dua sisi. Yakni teknis keterampilan atau keahlian yang dimilikinya, serta hal-hal yang berhubungan dengan sifat, watak, dan kepribadiannya. Paling tidak, ada delapan syarat yang harus dimiliki oleh seseorang jika ingin jadi seorang professional.

Dalam kesempatan ini Berlilana juga memaparkan untuk menjadi professional sejati diperlukan beberapa tahapan, yaitu :

1. Menguasai pekerjaan
Seseorang layak disebut professional apabila ia tahu betul apa yang harus ia kerjakan. Pengetahuan terhadap pekerjaannya ini harus dapat dibuktikan dengan hasil yang dicapai. Dengan kata lain, seorang professional tidak hanya pandai memainkan kata-kata secara teoritis, tapi juga harus mampu mempraktekkannya dalam kehidupan nyata. Ia memakai ukuran-ukuran yang jelas, apakah yang dikerjakannya itu berhasil atau tidak. Untuk menilai apakah seseorang menguasai pekerjaannya, dapat dilihat dari tiga hal yang pokok, yaitu bagaimana ia bekerja, bagaimana ia mengatasi persoalan, dan bagaimana ia akan menguasai hasil kerjanya. Seseorang yang menguasai pekerjaan akan tahu betul seluk beluk dan liku-liku pekerjaannya. Artinya, apa yang dikerjakannya tidak cuma setengah-setengah, tapi ia memang benar-benar mengerti apa yang ia kerjakan. Dengan begitu, maka seorang profesional akan menjadikan dirinya sebagai problem solver (pemecah persoalan), bukannya jadi trouble maker (pencipta masalah) bagi pekerjaannya.

2. Mempunyai loyalitas
Loyalitas bagi seorang profesional memberikan petunjuk bahwa dalam melakukan pekerjaannya, ia bersikap total. Artinya, apapun yang ia kerjakan didasari oleh rasa cinta. Seorang professional memiliki suatu prinsip hidup bahwa apa yang dikerjakannya bukanlah suatu beban, tapi merupakan panggilan hidup. Maka, tak berlebihan bila mereka bekerja sungguh-sungguh. Loyalitas bagi seorang profesional akan memberikan daya dan kekuatan untuk berkembang dan selalu mencari hal-hal yang terbaik bagi pekerjaannya. Bagi seorang profesional, loyalitas ini akan menggerakkan dirinya untuk dapat melakukan apa saja tanpa menunggu perintah. Dengan adanya loyalitas seorang professional akan selalu berpikir proaktif, yaitu selalu melakukan usaha-usaha antisipasi agar hal-hal yang fatal tidak terjadi.

3. Mempunyai integritas
Nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan harus benar-benar jadi prinsip dasar bagi seorang profesional. Karena dengan integritas yang tingi, seorang profesional akan mampu membentuk kehidupan moral yang baik. Maka, tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa seorang professional tak cukup hanya cerdas dan pintar, tapi juga sisi mental. Segi mental seorang professional ini juga akan sekaligus menentukan kualitas hidupnya. Alangkah lucunya bila seseorang mengaku sebagai profesional, tapi dalam kenyataanya ia seorang koruptor atau manipulator ? Integritas yang dipunyai oleh seorang professional akan membawa kepada penyadaran diri bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan, hati nurani harus tetap menjadi dasar dan arah untuk mewujudkan tujuannya. Karena tanpa mempunyai integritas yang tinggi, maka seorang professional hanya akan terombang-ambingkan oleh perubahan situasi dan kondisi yang setiap saat bisa terjadi. Di sinilah intregitas seorang professional diuji, yaitu sejauh mana ia tetap mempunyai prinsip untuk dapat bertahan dalam situasi yang tidak menentu.

4. Mampu bekerja keras
Seorang profesional tetaplah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan dan kelemahan. Maka, dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai, seorang professional tidak dapat begitu saja mengandalkan kekuatannya sendiri. Sehebat-hebatnya seorang profesional, pasti tetap membutuhkan kehadiran orang lain untuk mengembangkan hidupnya. Di sinilah seorang professional harus mampu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Dalam hal ini, tak benar bila jalinan kerja sama hanya ditujukan untuk orang-orang tertentu. Seorang profesional tidak akan pernah memilih-milih dengan siapa ia akan bekerja sama. Seorang profesional akan membuka dirinya lebar-lebar untuk mau menerima siapa saja yang ingin bekerja sama. Maka tak mengherankan bila disebut bahwa seorang profesional siap memberikan dirinya bagi siapa pun tanpa pandang bulu. Untuk dapat mewujudkan hal ini, maka dalam diri seorang profesional harus ada kemauan menganggap sama setiap orang yang ditemuinya, baik di lingkungan pekerjaan, sosial, maupun lingkungan yang lebih luas. Seorang profesional tidak akan merasa canggung atau turun harga diri bila ia harus bekerja sama dengan orang-orang yang mungkin secara status lebih rendah darinya. Seorang profesional akan bangga bila setiap orang yang mengenalnya, baik langsung maupun tidak langsung, memberikan pengakuan bahwa ia memang seorang profesional. Hal ini bisa dicapai apabila ia mampu mengembangkan dan meluaskan hubungan kerja sama dengan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

5. Mempunyai Visi
Seorang profesional harus mempunyai visi atau pandangan yang jelas akan masa depan. Karena dengan adanya visi tersebut, maka ia akan memiliki dasar dan landasan yang kuat untuk mengarahkan pikiran, sikap, dan perilakunya. Dengan mempunyai visi yang jelas, maka seorang profesional akan memiliki rasa tanggung jawab yang besar, karena apa yang dilakukannya sudah dipikirkan masak-masak, sehingga ia sudah mempertimbangkan resiko apa yang akan diterimanya. Tanpa adanya visi yang jelas, seorang profesional bagaikan ?macan ompong?, dimana secara fisik ia kelihatan tegar, tapi sebenarnya ia tidak mempunyai kekuatan apa-apa untuk melakukan sesuatu, karena tidak mempunyai arah dan tujuan yang jelas. Dengan adanya visi yang jelas, seorang profesional akan dengan mudah memfokuskan terhadap apa yang ia pikirkan, lakukan, dan ia kerjakan. Visi yang jelas juga memacunya menghasilkan prestasi yang maksimal, sekaligus ukuran yang jelas mengenai keberhasilan dan kegagalan yang ia capai. Jika gagal, ia tidak akan mencari kambing hitam, tapi secara dewasa mengambil alih sebagai tanggung jawab pribadi dan profesinya.

6.Mempunyai kebanggaan
Seorang profesional harus mempunyai kebanggaan terhadap profesinya. Apapun profesi atau jabatannya, seorang profesional harus mempunyai penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap profesi tersebut. Karena dengan rasa bangga tersebut, ia akan mempunyai rasa cinta terhadap profesinya. Dengan rasa cintanya, ia akan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap apa yang dilakukannya. Komitmen yang didasari oleh munculnya rasa bangga terhadap profesi dan jabatannya akan menggerakkan seorang profesional untuk mencari dan hal-hal yang lebih baik, dan senantiasa memberikan kontribusi yang besar terhadap apa yang ia lakukan.

7. Mempunyai komitmen
Seorang profesional harus memiliki komitmen tinggi untuk tetap menjaga profesionalismenya. Artinya, seorang profesional tidak akan begitu mudah tergoda oleh bujuk rayu yang akan menghancurkan nilai-nilai profesi. Dengan komitmen yang dimilikinya, seorang akan tetap memegang teguh nilai-nilai profesionalisme yang ia yakini kebenarannya. Seseorang tidak akan mengorbankan idealismenya sebagai seorang profesional hanya disebabkan oleh hasutan harta, pangkat dan jabatan. Bahkan bisa jadi, bagi seorang profesional, lebih baik mengorbankan harta, jabatan, pangkat asalkan nilai-nilai yang ada dalam profesinya tidak hilang. Memang, untuk membentuk komitmen yang tinggi ini dibutuhkan konsistensi dalam mempertahankan nilai-nilai profesionalisme. Tanpa adanya konsistensi atau keajekan, seseorang sulit menjadikan dirinya sebagai profesional, karena hanya akan dimainkan oleh perubahan-perubahan yang terjadi.

8.Mempunyai Motivasi
Dalam situasi dan kondisi apa pun, seorang professional tetap harus bersemangat dalam melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Artinya, seburuk apa pun kondisi dan situasinya, ia harus mampu memotivasi dirinya sendiri untuk tetap dapat mewujudkan hasil yang maksimal. Dapat dikatakan bahwa seorang professional harus mampu menjadi motivator bagi dirinya sendiri. Dengan menjadi motivator bagi dirinya sendiri, seorang professional dapat membangkitkan kelesuan-kelesuan yang disebabkan oleh situasi dan kondisi yang ia hadapi. Ia mengerti, kapan dan di saat-saat seperti apa ia harus memberikan motivasi untuk dirinya sendiri. Dengan memiliki motivasi tersebut, seorang professional akan tangguh dan mantap dalam menghadapi segala kesulitan yang dihadapinya. Ia tidak mudah menyerah kalah dan selalu akan menghadapi setiap persoalan dengan optimis. Motivasi membantu seorang professional mempunyai harapan terhadap setiap waktu yang ia lalui, sehingga dalam dirinya tidak ada ketakutan dan keraguan untuk melangkahkan kakinya.

Seminar TEKNOLOGI MULTIMEDIA

Forum Asisten merupakan salah satu organisasi di kampus STMIK Amikom Purwokerto yang berorientasi pada asistensi dalam perkuliahan praktikum. Forum Asisten atau yang disingkat FA mempunyai beberapa agenda kegiatan yang dilaksanakan untuk kepentingan kampus dan untuk memajukan Forum Asisten di Kampus Ungu. Salah satu agendanya adalah Seminar Teknologi. Seminar Teknologi dalam agenda FA ada 3(tiga) bidang yakni : Multimedia, Jaringan dan Hardware / Software dan Pemrograman. Seminar Teknologi diadakan 1 bulan sekali. Bulan ini seminar yang dilaksakan adalah Bidang Multimedia.
Acara ini baru saja dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2011 dengan tema ?Dibalik Layar Film 3D?. Seminar ini diselenggarakan di Aula Kampus STMIK AMIKOM Purwokerto dengan pembicara Helik Hermawan dan Elan Hamayu Bawono, pembicara merupakan pakar IT dan animator handal yang sudah berpengalaman tingkat nasional maupun Internasional. Peserta yang hadir berjumlah 80 orang yang merupakan mahasiswa dari STMIK AMIKOM Purwokerto, seminar ini mendapat antusiasme yang tinggi bahkan melebihi jumlah kursi yang disediakan.